A. SENI
RUPA
1. Hakikat
Seni Rupa
Seni rupa adalah seni yang menggunakan
unsur-unsur rupa sebagai media untuk berekspresi atau berungkap. Unsur-unsur
rupa tersebut, antara lain: bintik, garis, bidang, barik atau tekstur, warna
ruang, bentuk, isi, dan sebagainya.
Unsur
utama dalam konsep seni rupa; (a) konsep; berkaitan dengan realitas diri dengan
lingkungan dan pengalaman indrawi, (b) berkaitan dengan pengolahan media ungkap
baik sebagai media maupun sumber gagasan, (c) tata; berkaitan dengan bangun
dari bentuk rupa. Sehingga prosedur seni rupa merupakan kegiatan bagaimana
mengolah unsur-unsur rupa.
Prinsip
seni rupa yang perlu diperhatikan adalah adanya: irama (ritme), kesatuan
(unity), keseimbangan (ballance), dan keselarasan (harmony).
2. Bentuk-Bentuk
Seni Rupa
Muharam
(1993) membagi kegiatan seni rupa dalam empat paket, yaitu: (a) menggambar, (b)
mencetak, (c) membentuk, (d) menulis.
a. Menggambar
Menggambar merupakan peminsahan suatu
objek ke dalam ukuran dua dimensi. Kartono (1987:22) membedakan gambar menjadi
tiga macam, yaitu; (1) menggambar ekspresi spontanitas (2) menggambar ilustrasi
(3) menggambar dekoratif.
b. Mencetak (seni grafik)
Mencetak merupakan usaha untuk
memperbanyak hasil karya terbatas pada cara tradisional yang dikerjakan dengan
tangan (manual). Sedangkan yang dicetak dengan mekanik tidak termasuk dalam
seni grafik, melainkan produksi. Pembuatannya dibedakan menjadi empat, yaitu:
cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak sablon.
c. Membentuk
Membentuk merupakan kegiatan yang
bertujuan untuk menghasilkan benda-benda dengan cara menyusun ataupun menata
sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya tiga dimensi. Caranya adalah dengan
membutsir, memahat, mengukir, mencukil, mengecor, mencetak, merakit, menggunting,
melipat, dan menempel.
d. Menulis
Menulis ialah menulis dengan baik dan
benar. Menulis mencakup jenis huruf, ukuran huruf, dan struktur huruf.
3. Alat,
Bahan, dan Teknik dalam Seni Rupa
Alat
merupakan perlengkapan yang dipergunakan untuk mengerjakan suatu karya,
misalnya: pensil, kuas, palu, pena, dan sebagainya sebagai alat Bantu utama.
Bahan adalah benda-benda yang dipergunakan dalam berkarya, misalnya: cat, tanah
liat, plastisin, krayon, kertas, kanvas, benda bekas, tinda, dan sebagainya.
Teknik merupakan cara dari usaha seseorang dalam melaksanakan proses untuk
menghasilkan seni.
Beberapa
teknik dalam seni rupa yang dikembangkan di SD, diantaranya:
a.
Kolase
Teknik melukis dengan menggabungkan
antara lukisan tangan dengan menempelkan bahan lain seperti kertas koran atau
bahan sejenis.
b. Montase
Cara menggambar yang menghasilkan
gambar dengan tema baru dengan menempel dan menyusun potongan-potongan gambar
jadi.
c. Mozaik
Cara menggambar dengan merekatkan
potongan kecil-kecil dari kertas atau bahan lain yang berwarna.
d. Cetak Tinggi
Proses membuat ganbar dengan teknik
menara menggunakan acuan cetak yang permukaannya berelief.
e. Tampon
Cara mencetak yang pewarnanya
digunakan tampon yang telah diberi bahan pewarna.
B. MUSIK
1. Hakikat
Musik
Musik
merupakan sesuatu yang menyenangkan, mengagumkan, baik dinikmati sendiri maupun
dalam kelompok orang. Harrison (1983:1) menyatakan dari peristiwa anak
dilahirkan, aspek-aspek musik secara alamiah pasti menjadi bagian dari
kehidupnnya. Sampai menjadi dewasapun kehidupan manusia senantiasa secara
ritmis bergerak mrngiringi dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan.
2. Unsur
Musik
Harrison
(1983:17-20) menyatakan unsur musik yang sesuai untuk dikembangkan pada anak
usia SD, adalah:
a.
Konsep Irama
Pengembangan konsep irama meliputi:
beat (gerak), irama melodi, aksen gerak (accented beat), durasi (panjang,
pendek, rata, dan tidak rata), pola (repetisi dan kontras), irama (dobel,
tripel), pembagian tekanan (bagian sama, tidak sama), sinkop, perubahan irama, irama
campuran.
b. Melodi
Pengembangan konsep melodi meliputi:
petunjuk (naik, turun, kembali), nada (tinggi, rendah, tengah), tahap (secara
urut, loncat, tetap sama), pola (penggalan dan kontras), pentatonic, nada
(mayor, minor, dan yang lain), kadens.
c. Harmoni
Pengembangan konsep harmoni meliputi:
suara (tunggal, paduan), melodi dengan iringan, ostinato, pentatonic, diskan,
mayor, minor, akord, pola lagu (tunggal, dua bagian, tiga/ternair), sajian
(monofon, polifon)
d. Bentuk
Pengembangan konsep bentuk meliputi:
frase, pola (pengulangan dan kontras), refrain, intruduktion, interlude, coda,
tema, variasi, dan sebagainya.
e. Tempo
Berkaitan dengan cepat dan lambat,
perybahan
f. Dinamik
Berkaitan dengan Keras-lembut,
kresendo-dekresendo.
g. Warna Nada
Berkaitan dengan bunyi suara, bentuk
bunyi, instrumen, sumber elektronik, ansambel cokal, dan instrumental
3. Peran
Musik
a. Musik untuk Musik
Musik
memberikan kesempatan pada anak untuk mampu mendemonstrasikan pilihannya dalam
musik, membedakan karakteristik perbedaan bentuk-bentuk musik, memperoleh ide
apa untuk menyusun musik, bekerja spesifik menyusun musik, menghubungkan musik
dengan arti musik dan perasaan.
b. Kreatifitas
Anak-anak
mengekspresikan perasaan mereka dan idenya secara bebas seperti memukul drum
atau menari sepanjang hari. Daya cipta ini menuntut kesempatan untuk ekspresi
kreatifitasnya di sekolah.
c. Musik dan Perkembangan Sosial
Musik
memungkinkan anak untuk merasa bagian dari kelompoknya, dan pada waktu yang
sama meneruskan nilai-nilai sosial yang lebih luas. Lagu-lagu daerah meneruskan
pesan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
d. Musik dan Perkembangan Fisik
Partisipasi
dalam musik membantu anak mengembangkan kesadaran kemampuan tubuh dan kesadaran
kecakapan untuk menguasai diri mereka sendiri.
e. Musik dan Intelektual
Musik
adalah abstraksi yang memerlukan perasaan, ingatan, dan pengonsepan. Dari pengembangan inilah anak secara langsung
maupun tidak langsung akan mengalami perkembangan intelektualnya.
f. Musik dan Emosi
Musik
dapat menentramkan satu peristiwa ketegangan yang bersifat mengembang. Musik
membantu anak-anak mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menyusun perasaan
mereka. Musik adalah satu modeluntuk memahami dunia dan pengalaman kita dan
cara yang efektif untuk mengetahui sikap dan pengetahuan melalui perasaan
(Swanwinck, 1979: dalam Seefeldt, 1994)
Musik
dapat dikembangkan dan dapat mendukung terhadap mata pelajaran lain di samping
dipengaruhi juga oleh penataan lingkungan belajar. Harrison (1983) menyatakan bagaimana
menata lingkungan belajar untuk musik, yaitu:
a. Konsistensi
Keterampilan–keterampilan
dikembangkan bukan karena temporer atau bila diperlukan, akan tetapi harus
dikembangkan terus-menerus.
b. Expectation
anak
akan berkembang jika memeng orang lain mengharapkan anak untuk berprestasi, hal
ini berbeda jika harapan itu berubah menjadi pembebanan pada anak.
c. Penguatan Positif
Pengharapan
erat kaitannya dengan penguatan positif. Anak yang memperoleh kemajuan
diberikan penguatan, sehingga mereka merasa diharapkan dan disetujui untuk
berprestasi.