.

ILMU PENGETAHUAN ALAM

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan dari kata-kata Bahasa Inggris “Natural Science”. Natural artinya alamiah, berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam. Science artinya ilmu pengetahuan. Jadi IPA secara harfiah dapat disebut dengan ilmu tentang alam ini.


Webster’s dalam Srini M. Iskandar (1999: 2) menyatakan bahwa “natural science knowledge concerned with the physical world and its phenomena”, yang artinya Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan tentang alam dan gejala-gejalanya. Sedangkan menurut Purnell’s dalam Srini M. Iskandar (1999: 2) menyatakan bahwa “ science the board field of human knowledge, acquired by systematic observation and experiment, and explained by means of rule, law, principles, theories, and hypothesis”, artinya Ilmu Pengetahuan alam adalah pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sisitematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hokum-hukum, prinsip-prinsip, teori, dan hipotesa.

a. Hakikat IPA

Srini M. Iskandar (1997:2) menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sebagai proses.

1) Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Produk

Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin disebut juga sebagai Produk IPA. Ini merupakan kumpulan hasil kegiatan empirik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuwan selama berabad-abad. Bentuk IPA sebagai produk adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori IPA.

Fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada,atau peristiwa-peristiwa yang betul-betul terjadi dan sudah dikonfirmasi secara obyektif. Contohnya, atom hidrogen mempunyai satu elektron, ular temasuk hewan reptilia, dan sebagainya.

Konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA. Konsep merupakan penghubung antara fakta-fakta yang ada hubungannya. Contohnya, semua zat tersusun atas partikel-partikel, benda-benda hidup dipengaruhi oleh lingkungan, materi akan berubah tingkat wujudnya bila menyerap atau melepaskan energi.

Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan diantara konsep-konsep IPA. Contohnya, udara yang dipanaskan memuai, adalah prinsip yang menghubungkan konsep-konsep udara, panas, dan pemuaian.

Hukum-hukum alam adalah prinsip yang sudah diterima meskipun juga bersifat tentatif, tetapi karena mengalami pengujian-pengujian yang lebih keras daripada prinsip, maka hukum alam bersifat lebih kekal, misalnya hukum kekekalan energi.

Teori ilmiah merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip yang saling berhubungan. Teori dapat berubah jika ada bukti-bukti baru yang berlawanan dengan teori. Misalnya teori geosentris yang sekarang hanya bagian dari sejarah. Teori ilmiah membantu kita untuk memahami, memprediksi, dan kadang mengendalikan berbagai gejala alam. Sebagai contoh teori meteorologi membantu para ilmuwan untuk memahami mengapa dan bagaimana kabut dan awan terbentuk dan dapat membantu membuat hujan buatan serta memprediksi kapan terjadinya badai.

2) Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Proses

Keterampilan proses IPA atau keterampilan sains disebut juga keterampilan belajar seumur hidup, sebab keterampilan-keterampilan ini dapat dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan untuk bidang studi yang lain.

Keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan, diantaranya adalah mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesa, membuat grafik dan tabel data, membuat definisi operasional, dan melakukan eksperimen.

Powler (dalam Usman, 2008: 3) menyatakan bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen/sistematis (teratur) artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh, sedangkan berlaku umum artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau oleh seseorang atau beberapa orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.

Adanya perbedaan-perbedaan perkembangan kognitif pada peserta didik-peserta didik usia Sekolah Dasar maka pembelajaran keterampilan proses IPA di Sekolah Dasar dibagi atas dua bagian yaitu keterampilan proses dasar dan dan keterampilan proses IPA terpadu. Keterampilan proses IPA dasar terutama untuk kelas-kelas awal atau TK samapai dengan kelas 3 SD yang meliputi mengamati, menginferensi, mengukur, mengkomunikasi, mengklasifikasi,dan memprediksi. Keterampilan-keterampilan proses IPA terpadu dimaksudkan untuk kelas 4 sampai dengan kelas 6 yang meliputi mengidentifikasi variabel, membuat tabel dari data, membuat grafik, menjelaskan hubungan antar variabel, mengumpulkan dan memproses data, menganalisis penyelidikan, merumuskan hipotesis, memanipulasi variabel, merancang suatu eksperimen serta melaksanakan eksperimen (Srini M. Iskandar, 1997: 52).

Dalam IPA peserta didik-peserta didik dan kita harus bersikap skeptis sehingga kita selalu siap memodifikasi model-model yang kita punya tentang alam sejalan dengan penemuaan-penemuan baru yang diperoleh. Setiap guru harus memahami akan alasan mengapa suatu mata pelajaran yang diajarkan perlu diajarkan di sekolah (Usman, 2010: 6).

b. Ruang Lingkup Pembelajaran IPA

Depdiknas dalam Usman (2010: 99) menyatakan bahwa pendidikan sains diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Pada kurikulum tersebut, ruang lingkup mata pelajaran sains meliputi dua aspek, yaitu :

1) Kerja ilmiah

Kerja ilmiah mencakup: penyelidikan/penelitian, berkomunikasi ilmiah, pengembangan kreatifitas dan pemecahan masalah, sikap, dan nilai ilmiah.

2) Pemahaman Konsep dan Penerapannya

Pemahaman konsep dan penerapannya mencakup: (a) Makhluk hidup dan proses kehidupan yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan; (b) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat, dan gas; (c) Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana; (d) Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya; (e) Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (saling temas) merupakan konsep sains dan saling keterkaitannya dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat melalui pembuatan suatu karya teknologi sederhana termasuk merancang dan membuat.


0 comments:

Post a Comment

Jangan Lupa di Like Ya Sobat

×