Hakekat
Matematika
a.
Pengertian
Hasil Belajar Matematika
Hasil perbuatan belajar dapat diwujudkan
dalam bentuk peningkatan pengetahuan (knowledge), penguasaan perilaku
(kognitif, afektif, psikomotorik) dan perbaikan keseluruhan kepribadian (Conny
Semiawan,1999:247)
James dan James (dalam
Rusffendi, 1992 :27) matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk,
susunan, besaran dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lainnya
dengan jumlah yang banyaknya terbagi dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis
dan geometri. Wahyudi (2008:3) mengatakan bahwa "Matematika
merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui
proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai
akibat logis dari kebenaran sebelumnya yang sudah diterima, sehingga kebenaran
antar konsep dalam Matematika bersifat sangat kuat dan jelas".
Menurut Jhonson dan Myklebust
(dalam Mulyoyno Abdurrahman, 2003:252) matematika adalah bahasa simbolis yang
fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan –hubungan kuantitatif dan
keruangan sedangkan teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir.
Matematika
merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan
bahkann juga sampai perguruan tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa
belajar matematika. Cornelius (dalam Mulyono Abdurrahman, 2003:253)
mengemukakan lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika
merupakan (a) sarana berpikir yang jelas dan logis, (b) sarana untuk memecahkan
masalah sehari-hari, (c) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi
pengalaman, (d) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (d) sarana untuk
meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.
Berdasarkan uraian
di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika, pola pikir dan bahasa
simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan – hubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan
teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir yang terbagi dalam tiga bidang
yaitu aljabar, analisis dan geometri.
b. Karakteristik Matematika
Unsur yang paling pokok dalam
pembelajaran matematika di SD adalah matematika itu sendiri. Dalam mempelajari
matematika tentunya wajar kalau kita, atau mungkin di antara siswa kita yang
bertanya “Apakah matematika itu”.
Belum
ada kesepaktan dari para matematikawan tentang apa yang dimaksud dengan
matematika itu. Namun para ahli mencoba mengungkapkan beberapa pendapat tentang
matematika.
Istilah matematika berasal dari bahasa Yunani matheina
atau manthenein yang artinya mempelajari, namun diduga kata itu erat pula
hubungannya dengan kata Sansekerta medha atau widya yang artinya kepandaian,
ketahuan, atau intelegensi Andi Hakim Nasution (dalam Karso, 2007:14)
Menurut Johnson dan Rising (dalam Karso, 2007:14)
menyatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan
pembuktian yang logik; matematika itu adalah bahasa, bahasa yang menggunakan
istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya
dengan simbul dan padat, lebih berupa bahasa simbul yang mengenai arti daripada
bunyi, matematika adalah pengetahuan struktur berdasarkan kepada unsur yang
tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori keteraturan pola ide, dan
matematika adalah seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan
keharmonisanya. Ruseffendi (dalam Karso, 2007:14)
menyatakan bahwa matematika itu terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak
didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil, di mana
setelah dibuktikann kebenarannya berlaku secara umum, karena itu matematika
sering disebut ilmu deduktif.
Berdasar pernyataan para ahli matematika di atas dapat
dikatakan matematika merupakan ilmu deduktif yang tersusun dengan cermat, jelas
dan akurat dengan simbul dan padat secara terstruktur berdasarkan unsur yang
tidak didefinisikan.
Matematika adalah ilmu deduktif, asiomatik, formal,
hirarkis, abstrak, bahasa simbul yang padat arti semacamnya, sehingga para ahli
matematika dapat mengembangkan sebuah sistem matematika Karso (2007:14). Dari
matematika dengan pengembangan model-moel matematika dapat digunakan untuk
mengatasi persoalan-persoalan dunia nyata. Dan dapat membentuk pola berpikir
seseorang menjadi pola pikir yang sistematis, logis, kritis dan penuh
kecermatan.
Banyak orang yang mempertukarkan antara matematika dengan
aritmatika atau berhitung. Padahal matematika memiliki cakupan yang lebih luas
dari pada aritmatika. Aritmatika hanya merupakan bagian dari matematika. Dari
berbagai bidang studi yang diajarkan di sekolah, matematika merupakan bidang
studi yang dianggap paling sulit oleh para siswa.
Matematika terjemahan dari mathematic. Namun arti atau definisi
yang tepat dari matematika tidak dapat diterapkan secara eksak (pasti) dan
singkat. Definisi matematika semakin lama semakin sukar untuk dibuat karena
cabang-cabang matematika semakin bertambah dan makin bercampur satu sama
lainnya. Matematika adalah terjemahan dari kata mathematics.
Namun arti atau definisi yang tepat dari matematik tidak dapat diterapkan
secara eksak dan singkat (Ruseffendi, 1992:27)
Menurut Standar Kompetensi Dasar Matematika, ruang
lingkup matematika dikelompokan dalam kemahiran matematika, bilangan,
pengukuran dan geometri, aljabar, statistika dan peluang serta trigonometri.
Dari beberapa pendapat di atas pada hakikatnya
karakteristik Matematika adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuan
untuk menciptakan suasana lingkungan memungkinkan seseorang (pelajar)
melaksanakan kegiatan belajar Matematika, dan proses tersebut berpusat pada
guru mengajar Matematika. Pembelajaran Matematika harus memberikan peluang kepada
siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang matematika.
c. Tujuan
Matematika
Di dalam Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) mata
pelajaran matematika bertujuan agar siswa dapat memiliki kemampuan sebagai
berikut:(a) memahami konsep, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan
mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat
dalam memecahkan masalah, (b) menggunakan penalaran pada pola dan sifat,
melakukan manipulasi dan membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelasakan
pernyataan matematika, (c) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami
masalah merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan yang
diperoleh, (d) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau
media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, dan (e) memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memilki rasa ingin tahu,
perhatian dan minat dalam mempelajari matematiaka, serta sikap ulet dan percaya
diri dalam pemecahan masalah.
Dari kelima tujuan matematika diatas bagian yang
keempat yaitu mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media
lain untuk memperjelas keadaan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal
ini sangat membantu siswa tentunya dalam pola pikir baik dalam pendidikan
maupun dalam kehidupan sehari-hari.
d. Pentingnya
Matematika
Matematika merupakan bidanng
studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga perguruan tinggi. Banyak
alasan tentang perlunya siswa
belajar matematika. Cornelius (dalam Mulyono Abdurrahman, 2003:253)
mengemukakan lima alasan perlunya belajar matematika antara lain: (1) sarana
berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana memecahkan masalah, (3) mengenal
pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana mengembangkan
kreativitas, (5) untuk meningkatkan kesadaran pengembangan budaya.
Cockrof
(dalam Mulyono Abdurrahman, 2003:253) mengemukakan bahwa matematika perlu
diajarkan kepada siswa karena (a) semua bidang studi memerlukan keterampilan,
(b) digunakan dalam segala segi kehidupan, (c) sarana komunikasi yang kuat,
singkat dan jelas, (d) digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai
cara, (e) meningkatkan kemapuan berpikir logis, (f) memberikan kepuasan untuk
memecahkan masalah yang menantang.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas bawa
matematika sangat penting dan diperlukan
pada siswa karena matematika selalu digunakan dalam segala segi kehidupan,
sarana komunikasi yang kuat untuk meningkatkan berpikir logis, dan untuk
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

0 comments:
Post a Comment