.

Wednesday, 15 May 2013

SENI RUPA DAN MUSIK


A. SENI RUPA
1. Hakikat Seni Rupa
Seni rupa adalah seni yang menggunakan unsur-unsur rupa sebagai media untuk berekspresi atau berungkap. Unsur-unsur rupa tersebut, antara lain: bintik, garis, bidang, barik atau tekstur, warna ruang, bentuk, isi, dan sebagainya.
            Unsur utama dalam konsep seni rupa; (a) konsep; berkaitan dengan realitas diri dengan lingkungan dan pengalaman indrawi, (b) berkaitan dengan pengolahan media ungkap baik sebagai media maupun sumber gagasan, (c) tata; berkaitan dengan bangun dari bentuk rupa. Sehingga prosedur seni rupa merupakan kegiatan bagaimana mengolah unsur-unsur rupa.
            Prinsip seni rupa yang perlu diperhatikan adalah adanya: irama (ritme), kesatuan (unity), keseimbangan (ballance), dan keselarasan (harmony).

2. Bentuk-Bentuk Seni Rupa
            Muharam (1993) membagi kegiatan seni rupa dalam empat paket, yaitu: (a) menggambar, (b) mencetak, (c) membentuk, (d) menulis.
a. Menggambar
Menggambar merupakan peminsahan suatu objek ke dalam ukuran dua dimensi. Kartono (1987:22) membedakan gambar menjadi tiga macam, yaitu; (1) menggambar ekspresi spontanitas (2) menggambar ilustrasi (3) menggambar dekoratif.
b. Mencetak (seni grafik)
Mencetak merupakan usaha untuk memperbanyak hasil karya terbatas pada cara tradisional yang dikerjakan dengan tangan (manual). Sedangkan yang dicetak dengan mekanik tidak termasuk dalam seni grafik, melainkan produksi. Pembuatannya dibedakan menjadi empat, yaitu: cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak sablon.
c. Membentuk
Membentuk merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan benda-benda dengan cara menyusun ataupun menata sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya tiga dimensi. Caranya adalah dengan membutsir, memahat, mengukir, mencukil, mengecor, mencetak, merakit, menggunting, melipat, dan menempel.
d. Menulis
Menulis ialah menulis dengan baik dan benar. Menulis mencakup jenis huruf, ukuran huruf, dan struktur huruf.

3. Alat, Bahan, dan Teknik dalam Seni Rupa
            Alat merupakan perlengkapan yang dipergunakan untuk mengerjakan suatu karya, misalnya: pensil, kuas, palu, pena, dan sebagainya sebagai alat Bantu utama. Bahan adalah benda-benda yang dipergunakan dalam berkarya, misalnya: cat, tanah liat, plastisin, krayon, kertas, kanvas, benda bekas, tinda, dan sebagainya. Teknik merupakan cara dari usaha seseorang dalam melaksanakan proses untuk menghasilkan seni.          
            Beberapa teknik dalam seni rupa yang dikembangkan di SD, diantaranya:
            a. Kolase
Teknik melukis dengan menggabungkan antara lukisan tangan dengan menempelkan bahan lain seperti kertas koran atau bahan sejenis.
b. Montase
Cara menggambar yang menghasilkan gambar dengan tema baru dengan menempel dan menyusun potongan-potongan gambar jadi.
c.        Mozaik
Cara menggambar dengan merekatkan potongan kecil-kecil dari kertas atau bahan lain yang berwarna.
d. Cetak Tinggi
Proses membuat ganbar dengan teknik menara menggunakan acuan cetak yang permukaannya berelief.
e. Tampon
Cara mencetak yang pewarnanya digunakan tampon yang telah diberi bahan pewarna.

B. MUSIK
1. Hakikat Musik
            Musik merupakan sesuatu yang menyenangkan, mengagumkan, baik dinikmati sendiri maupun dalam kelompok orang. Harrison (1983:1) menyatakan dari peristiwa anak dilahirkan, aspek-aspek musik secara alamiah pasti menjadi bagian dari kehidupnnya. Sampai menjadi dewasapun kehidupan manusia senantiasa secara ritmis bergerak mrngiringi dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan.
2. Unsur Musik
            Harrison (1983:17-20) menyatakan unsur musik yang sesuai untuk dikembangkan pada anak usia SD, adalah:
            a. Konsep Irama
Pengembangan konsep irama meliputi: beat (gerak), irama melodi, aksen gerak (accented beat), durasi (panjang, pendek, rata, dan tidak rata), pola (repetisi dan kontras), irama (dobel, tripel), pembagian tekanan (bagian sama, tidak sama), sinkop, perubahan irama, irama campuran.
b. Melodi
Pengembangan konsep melodi meliputi: petunjuk (naik, turun, kembali), nada (tinggi, rendah, tengah), tahap (secara urut, loncat, tetap sama), pola (penggalan dan kontras), pentatonic, nada (mayor, minor, dan yang lain), kadens.
c. Harmoni
Pengembangan konsep harmoni meliputi: suara (tunggal, paduan), melodi dengan iringan, ostinato, pentatonic, diskan, mayor, minor, akord, pola lagu (tunggal, dua bagian, tiga/ternair), sajian (monofon, polifon)
d. Bentuk
Pengembangan konsep bentuk meliputi: frase, pola (pengulangan dan kontras), refrain, intruduktion, interlude, coda, tema, variasi, dan sebagainya.
e. Tempo
Berkaitan dengan cepat dan lambat, perybahan
f. Dinamik
Berkaitan dengan Keras-lembut, kresendo-dekresendo.
g. Warna Nada
Berkaitan dengan bunyi suara, bentuk bunyi, instrumen, sumber elektronik, ansambel cokal, dan instrumental

3. Peran Musik
a. Musik untuk Musik
            Musik memberikan kesempatan pada anak untuk mampu mendemonstrasikan pilihannya dalam musik, membedakan karakteristik perbedaan bentuk-bentuk musik, memperoleh ide apa untuk menyusun musik, bekerja spesifik menyusun musik, menghubungkan musik dengan arti musik dan perasaan.
b. Kreatifitas
            Anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dan idenya secara bebas seperti memukul drum atau menari sepanjang hari. Daya cipta ini menuntut kesempatan untuk ekspresi kreatifitasnya di sekolah.
c. Musik dan Perkembangan Sosial
            Musik memungkinkan anak untuk merasa bagian dari kelompoknya, dan pada waktu yang sama meneruskan nilai-nilai sosial yang lebih luas. Lagu-lagu daerah meneruskan pesan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
d. Musik dan Perkembangan Fisik
            Partisipasi dalam musik membantu anak mengembangkan kesadaran kemampuan tubuh dan kesadaran kecakapan untuk menguasai diri mereka sendiri.
e. Musik dan Intelektual
            Musik adalah abstraksi yang memerlukan perasaan, ingatan, dan pengonsepan. Dari  pengembangan inilah anak secara langsung maupun tidak langsung akan mengalami perkembangan intelektualnya.
f. Musik dan Emosi
            Musik dapat menentramkan satu peristiwa ketegangan yang bersifat mengembang. Musik membantu anak-anak mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menyusun perasaan mereka. Musik adalah satu modeluntuk memahami dunia dan pengalaman kita dan cara yang efektif untuk mengetahui sikap dan pengetahuan melalui perasaan (Swanwinck, 1979: dalam Seefeldt, 1994)

            Musik dapat dikembangkan dan dapat mendukung terhadap mata pelajaran lain di samping dipengaruhi juga oleh penataan lingkungan belajar. Harrison (1983) menyatakan bagaimana menata lingkungan belajar untuk musik, yaitu:
a. Konsistensi
            Keterampilan–keterampilan dikembangkan bukan karena temporer atau bila diperlukan, akan tetapi harus dikembangkan terus-menerus.
b. Expectation
            anak akan berkembang jika memeng orang lain mengharapkan anak untuk berprestasi, hal ini berbeda jika harapan itu berubah menjadi pembebanan pada anak.
c. Penguatan Positif
            Pengharapan erat kaitannya dengan penguatan positif. Anak yang memperoleh kemajuan diberikan penguatan, sehingga mereka merasa diharapkan dan disetujui untuk berprestasi.
  

0 comments:

Post a Comment

Jangan Lupa di Like Ya Sobat

×